- Apa yang menjadi sebab tidak sahnya ibadah haji?
- Apa saja masalah yang terkait dengan ibadah haji?
- Apa penyebab paling umum dari kegawatdaruratan kardiovaskuler pada jemaah haji?
Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji kerap disebut sebagai ibadah puncak dan merupakan penyempurna jatidiri seorang muslim. Berbeda dengan ibadah lainnya, rukun Islam kelima ini melibatkan sumberdaya yang kompleks, meliputi biaya, fisik, pengetahuan hingga kesempatan.
Namun ada kalanya, ibadah penting ini dicederai oleh kelalaian yang kerap diabaikan. Sementara, kesalahan itu justru memengaruhi kesempurnaan ibadah haji dan beberapa di antaranya yang fatal adalah berpengaruh terhadap keabsahan haji.
Oleh karena itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui kesalahan umum dalam tata cara haji dan cara menghindarinya agar ibadah sah dan mabrur. Berikut ini adalah rangkuman kesalahan-kesalahan umum berdasar pengalaman empiris penyelenggara ibadah haji dan umrah serta lembaga pemerintahan yang terlibat intensif dalam penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.
1. Kesalahan Niat dan Bekal Keilmuan
Merujuk laman penyelenggara ibadah haji dan umrah yang terdaftar di Kemenag, serta buku panduan Manasik Haji dan Umrah Rasulullah SAW serta Buku Manasik Haji dan Umrah Kemenag, kesalahan-kesalahan umum tersebut ternyata dimulai dari fase keberangkatan. Berikut ulasan lengkap kesalahan umum cara berhaji, sekaligus cara menghindarinya.
Banyak jemaah berangkat dengan niat mendapatkan pengakuan sosial atau gelar "Haji" agar dihormati. Selain itu, banyak yang terlalu pasif dan hanya mengandalkan instruksi pembimbing (KBIH) tanpa mempelajari fikih haji secara mandiri.
Untuk menghindarinya, jemaah harus terus melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan meluruskan niat semata-mata karena Allah. Secara teknis, jemaah wajib membaca buku panduan manasik, menonton simulasi visual, dan aktif bertanya selama manasik agar memiliki "peta mental" mengenai urutan ibadah yang sah.
2. Abai Terhadap Persiapan Fisik dan Kesehatan
Mengabaikan olahraga rutin sebelum berangkat dan menganggap remeh kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Jemaah sering kali tidak mempersiapkan stamina, sehingga jatuh sakit bahkan sebelum puncak haji (Arafah) dimulai.
Cara menghindarinya, jemaah perlu membiasakan diri jalan pagi minimal 30 menit setiap hari selama 3-6 bulan sebelum keberangkatan. Penderita penyakit kronis harus melakukan check-up medis menyeluruh dan memastikan membawa obat-obatan pribadi dalam jumlah yang cukup.
3. Kesalahan Melewati Miqat Tanpa Niat
Bagi jemaah yang terbang langsung ke Jeddah, sering terjadi keterlambatan memakai kain ihram atau lupa berniat saat pesawat melintasi wilayah Miqat karena tertidur atau asyik mengobrol.
Jemaah disarankan memakai kain ihram sejak dari bandara keberangkatan. Pasang alarm atau minta bantuan kru kabin/pembimbing untuk mengingatkan waktu berniat. Jika terlanjur melewati Miqat tanpa niat, jemaah wajib kembali ke Miqat atau membayar Dam (denda).
Lazimnya badan penyelenggara, baik pemerintah maupun swasta akan memberi tahu waktu tepat niat, baik di darat maupn saat berada di pesawat.
4. Pelanggaran Pakaian dan Larangan Ihram
Jemaah pria tidak sengaja memakai pakaian berjahit (pakaian dalam/peci), sementara jemaah wanita menggunakan cadar yang menempel di wajah atau sarung tangan. Kesalahan lainnya adalah mencabut uban, memotong kuku yang patah, atau mencabut kulit bibir kering secara sengaja.
Jemaah pria harus memastikan hanya mengenakan dua helai kain tidak berjahit. Jemaah wanita harus membiarkan wajah dan telapak tangan terbuka. Selama ihram, hindari aktivitas yang berisiko merusak bulu atau kulit tubuh.
5. Penggunaan Wewangian dan Bahan Kimia
Menggunakan sabun, sampo, lotion, atau tisu basah yang mengandung parfum setelah berniat ihram.
Gunakan perlengkapan mandi khusus "non-perfume" yang tidak mengandung aroma kuat hingga proses Tahallul selesai.
6. Kesalahan Teknis Posisi dan Arah Tawaf
Memulai tawaf sebelum garis Hajar Aswad atau posisi bahu kiri tidak sejajar/menghadap Ka'bah (terlalu menyerong). Banyak yang berhenti di tengah arus tawaf demi berfoto, yang membahayakan keselamatan jemaah lain.
Pastikan posisi bahu kiri tegak lurus menghadap Ka'bah selama putaran. Gunakan isyarat (istilam) tangan jika tidak bisa mencium Hajar Aswad tanpa harus berhenti atau mendorong jemaah lain.
7. Kesalahan Saat Sa'i
Jemaah sering salah menghitung jumlah putaran (menganggap Safa-Marwah-Safa sebagai satu putaran, padahal itu dua). Selain itu, jemaah wanita sering ikut berlari kecil di area pilar hijau, padahal itu hanya sunnah bagi pria.
Pahami bahwa hitungan dimulai dari Safa ke Marwah (1), lalu Marwah ke Safa (2). Total tujuh putaran berakhir di Bukit Marwah. Jemaah wanita cukup berjalan biasa.
8. Melintasi Orang yang Sedang Sholat
Karena padatnya orang, jemaah sering kali melintas tepat di depan orang yang sedang sujud atau berdiri salat tanpa penghalang (Sutrah).
Berusahalah mencari celah di belakang orang salat atau menunggu hingga mereka selesai jika memungkinkan untuk menghormati kesucian ibadah mereka.
9. Kelalaian Saat Wukuf di Arafah
Menghabiskan waktu dengan tidur, mengobrol duniawi, atau sibuk berfoto. Ada risiko jemaah berada di luar perbatasan resmi Arafah karena tidak memperhatikan papan penanda.
Fokuskan waktu antara Dzuhur hingga Maghrib untuk berzikir dan berdoa. Pastikan posisi Anda berada di dalam garis batas "Arafah Start".
10. Kesalahan Mabit (Bermalam) di Muzdalifah dan Mina
Meninggalkan Muzdalifah sebelum tengah malam tanpa alasan darurat atau tidak melewati batas wilayah Muzdalifah karena kemacetan. Di Mina, jemaah sering meninggalkan tenda sebelum waktunya tanpa niat Nafar Awal yang benar.
Pastikan mabit di Muzdalifah melewati tengah malam dan perhatikan papan penanda perbatasan. Ikuti aturan Nafar Awal/Sani secara disiplin sesuai jadwal rombongan.
11. Kesalahan Waktu dan Etika Melontar Jumrah
Melontar jumrah di luar waktu yang ditentukan atau memaksakan diri melontar saat puncak kepadatan. Ada juga yang melempar sekaligus tujuh kerikil dalam satu genggaman (seharusnya satu per satu).
Ikuti jadwal resmi dari maktab. Lempar kerikil satu per satu dengan tertib. Bagi yang lemah, gunakan rukhsah (keringanan) dengan mewakilkan lemparan kepada orang lain.
12. Kesalahan dalam Proses Tahallul (Potong Rambut)
Memotongkan rambut orang lain sebelum dirinya sendiri melakukan tahallul. Banyak jemaah wanita yang memotong rambut di depan umum sehingga auratnya terlihat.
Dahulukan memotong rambut sendiri (minimal 3 helai merata). Jemaah wanita sebaiknya melakukan tahallul di dalam tenda atau kamar hotel.
13. Permasalahan Fikih Wanita (Haid dan Aurat)
Memaksakan Tawaf Ifadah saat haid karena malu, atau salah menggunakan obat penunda haid tanpa pengawasan medis sehingga terjadi pendarahan tidak teratur.
Jujur kepada pembimbing jika haid. Gunakan dispensasi hukum (penundaan). Konsultasikan penggunaan obat penunda haid kepada dokter jauh-jauh hari.
14. Kesalahan dalam Tawaf Wada'
Setelah Tawaf Wada', jemaah kembali ke hotel untuk tidur lama atau berbelanja oleh-oleh, padahal ini adalah penghormatan terakhir sebelum keluar Makkah.
Selesaikan semua urusan belanja dan packing sebelum Tawaf Wada'. Setelah tawaf, segera berangkat meninggalkan Makkah.
15. Manajemen Keamanan Barang dan Uang
Membawa uang tunai berlebihan saat ibadah yang berisiko dicopet, atau melepas sandal di masjid tanpa menyimpannya dalam tas sehingga hilang dan menyebabkan luka bakar pada telapak kaki saat pulang.
Simpan uang besar di safety box hotel. Selalu bawa tas kecil untuk menyimpan sandal dan bawa masuk ke area masjid.
16. Kesalahan Pasca-Haji (Menjaga Kemabruran)
Merasa suci (takabur), sombong dengan gelar haji, dan kembali ke kebiasaan buruk setelah pulang ke tanah air.
Jadikan haji sebagai titik balik karakter. Tanda mabrur adalah menjadi lebih dermawan, santun, dan istiqomah dalam ibadah harian.
People also Ask:
Apa yang menjadi sebab tidak sahnya ibadah haji?
2. Tidak Memenuhi Syarat Sah Haji Ibadah haji menjadi tidak sah jika tidak memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam Islam, yaitu: beragama Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, dan mampu secara fisik serta finansial.
Apa saja masalah yang terkait dengan ibadah haji?
What are the Common Challenges of Hajj? and How to deal ? - KQ Kombinasi antara pengerahan fisik, kondisi yang ramai, dan kurangnya fasilitas serta hak istimewa yang memadai dapat menyebabkan ketegangan dan stres emosional, yang merupakan salah satu tantangan dalam ibadah Haji.
Apa penyebab paling umum dari kegawatdaruratan kardiovaskuler pada jemaah haji?
Penyakit kardiovaskular, termasuk jantung coroner hipertensi, gagal jantung kongestif, dan aritmia, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas selama Haji.
Apa saja larangan yang harus dihindari oleh jamaah haji selama melakukan ibadah haji?
Larangan haji saat berihram antara lain memotong rambut atau kuku, memakai wangi-wangian, memburu binatang, dan mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki. Selain itu, ada juga larangan menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, berhubungan badan, dan menikah.

1 month ago
31
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482813/original/089788900_1687846078-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4807449/original/039505800_1713598629-20240420-Manasik_Haji-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4649864/original/063653700_1700042044-WhatsApp_Image_2023-11-15_at_14.40.43__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241350/original/092036300_1748947657-20250603-Suasana_Masjidil_Haram-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4487756/original/048574500_1688208737-20230701-Jemaah_Haji_Tawaf_Ifadah-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238152/original/036732800_1748676837-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_15.43.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4630609/original/018795000_1698749750-shutterstock_1317599912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336512/original/027258800_1534830140-IMG-20180820-WA0306.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2878999/original/072571500_1565574028-20190812-Melihat-Lebih-Dekat-Jemaah-Haji-Lempar-Jumrah-di-Mina4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220780/original/081582500_1747292417-Haji_2025_3.jpg)




























