Liputan6.com, Jakarta - Memahami panduan manasik haji langkah demi langkah merupakan fondasi utama bagi jemaah pemula sebagai ikhtiar keabsahan ibadah sesuai syariat Islam. Ibadah haji memiliki struktur yang kompleks, melibatkan rukun, wajib, dan sunnah yang harus dilaksanakan dalam urutan serta waktu yang telah ditentukan.
Tanpa pemahaman yang mendalam, jemaah pemula berisiko melakukan kesalahan fatal yang dapat membatalkan haji atau mengharuskan pembayaran denda (dam). Oleh karena itu, penguasaan panduan manasik haji untuk pemula langkah demi langkah bisa menjadi solusi agar tetap fokus di tengah tekanan fisik dan mental selama di Tanah Suci.
Pemahaman manasik memastikan jemaah pemula tidak sekadar mengikuti kerumunan, tetapi mampu menghayati setiap prosesi sebagai dialog batin dengan Allah SWT. Fokus ibadah pun menjadi lebih terjaga karena jemaah sudah memiliki pengetahuan yang memadai.
Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai panduan manasik haji untuk pemula langkah demi langkah, lengkap dengan doa-doanya.
Panduan Manasik Haji untuk Pemula dan Doa-doanya
Manasik haji merupakan panduan operasional rangkaian ibadah haji. Berikut ini adalah panduan manasik haji dan doa-doanya, merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah dan ebook Dzikir dan Doa Manasik Haji dan Umrah, terbitan Kemenag RI, Buku Manasik Haji dan Umroh Rosulullah karya Imam Ghazali Said, dan Panduan Manasik Haji: Urutan, Doa, Tata Cara, dan Hikmahnya, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH):
1. Ihram
Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram, pakaian sederhana yang melambangkan kesucian. Ihram dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.
Niat Haji:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ
Latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.
Artinya: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji”.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, di mana seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Waktu wukuf dimulai sejak siang hingga terbenamnya matahari.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.
4. Melempar Jumrah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.
Pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah (hari Nahr), jemaah meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melempar Jamrah Kubra (Aqabah).
Jemaah melemparkan tujuh kerikil ke arah jamrah sambil mengucapkan Allahu Akbar pada setiap lemparan. Setelah selesai melempar, jemaah berhenti membaca talbiyah.
5. Tahalul Awal
Setelah melempar jumrah, jemaah melakukan tahalul dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram.
Bagi laki-laki, sunahnya adalah mencukur gundul, atau minimal memotong sebagian rambut. Bagi perempuan, cukup memotong ujung rambut. Dengan tahallul awal ini, semua larangan ihram sudah halal kecuali hubungan suami-istri.
6. Tawaf Ifadah
Tawaf ini dilakukan setelah melempar jumrah dan merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan.
Setelah selesai dari Mina, jemaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah (juga disebut thawaf ziarah) yang merupakan rukun haji. Tata caranya sama dengan thawaf umrah.
Setelah thawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i jika pada saat haji ifrad atau qiran belum melakukannya, atau jika pada haji tamattu’ ingin mengulangi sa’i (namun tidak wajib).
Setelah menyelesaikan thawaf ifadhah (dan sa’i jika diperlukan), jemaah telah mencapai tahallul tsani, di mana semua larangan ihram termasuk hubungan suami-istri telah halal.
7. Sa'i
Setelah tawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i, yakni berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Ini merupakan bentuk peneladanan terhadap perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail.
8. Tahalul Kedua
Pada tahap ini, jemaah haji melakukan pencukuran rambut bagi laki-laki atau memotong sedikit ujung rambut bagi perempuan, yang menandakan pencabutan larangan ihram.
Tahalul kedua memungkinkan jemaah untuk kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama ihram, seperti berhubungan suami-istri. Ini menjadi langkah terakhir sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
9. Mabit di Mina
Setelah tawaf ifadah, jemaah kembali ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan ibadah lainnya, termasuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik
Doa-Doa Manasik Haji
Saat menjalankan ibadah haji, terdapat beberapa doa penting yang biasa dibaca oleh jemaah. Berikut adalah lima doa yang sering diucapkan selama manasik haji:
1. Doa Bacaan Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
Latin: Labbaikalla humma Labbaikh. Labbaikalaa Syariika Laka Labbaik. Innal Hamda Wa Ni’mata Lakawal Mulk Laa Syariikalakaa.
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
2. Doa Saat Tawaf
بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Latin: Bismillahi wallahu akbar. Allahumma imanan bika, wa tashdiqan bi kitabika, wa wafa’an bi‘ahdika, wattiba‘an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunah nabi-Mu Muhammad saw.
3. Doa di Bukit Safa dan Marwah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ولِلَّهِ الْحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوَّلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ
Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd, Allâhu akbar ‘alâ mâ hadânâ, walhamdu lillâhi ‘alâ mâ aulânâ, lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumît, biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Lâ ilâha illallâhu anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzâba wahdah.
Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlisîna lahud dîna wa law karihal kâfirûn. Allâhumma innaka qulta ud’ûnî astajib lakum, wa innaka lâ tukhliful mî’âd, wa innî as’aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi’ahu minnî hattâ tatawaffanî wa anâ muslim.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya kepada kami. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala pujian.
Dia yang menghidupkan dan mematikan, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh sendirian. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan tulus dalam beragama meskipun orang-orang kafir membenci.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman ‘berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan’, dan Engkau tidak mengingkari janji. Aku memohon kepada-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi hidayah Islam kepadaku, janganlah Engkau mencabutnya dariku hingga Engkau wafatkan aku dalam keadaan Muslim.
4. Doa Saat Melempar Jumrah
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا
Latin: Bismillâhi wallâhu akbar, rajman lissyayâthîn wa ridhân lirrahmân, Allâhummaj’al hajjan mabrûran wa sa’yan masykûran.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Untuk melempar setan dan demi keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur dan sa’i yang diterima.
5. Doa Pulang Haji
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اٰيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Latin: Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalahu lahul mulku wa lahul ḫamdu wahuwa ‘alâ kulli syai-in qadîr(un), âyibûn tâibûn ‘âbidûn sâjidûna li rabbinâ ḫâmidûn shadaqallâhu wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu
Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia pemilik seluruh kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, orang-orang yang ahli tobat, ahli ibadah, ahli sujud dan ahli memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh -Nya.
Manfaat Memahami Manasik Haji
Berdasarkan buku Tuntunan Manasik Haji Kemenag RI dan literatur spiritual yang Anda lampirkan, memahami manasik haji beserta doa-doanya memiliki manfaat yang sangat krusial bagi jemaah. Berikut adalah penjelasan singkatnya:
1. Keabsahan Ibadah
Manfaat utama memahami manasik adalah agar jemaah dapat membedakan mana yang termasuk Rukun, Wajib, dan Sunnah haji. Dengan pemahaman yang benar, jemaah dapat memastikan seluruh rangkaian ibadah dilakukan secara sah sesuai syariat dan terhindar dari kesalahan yang mewajibkan denda (dam) atau bahkan membatalkan haji.
2. Meningkatkan Kekhusyukan
Doa-doa dalam manasik bukan sekadar bacaan tanpa makna. Memahami arti dari setiap doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab (seperti di depan Ka'bah atau di Arafah) membantu jemaah lebih menghayati dialognya dengan Allah SWT. Hal ini menciptakan pengalaman batin yang mendalam dan meningkatkan kualitas kekhusyukan.
3. Menciptakan Kemandirian dan Kepercayaan Diri
Jemaah yang menguasai tata cara manasik tidak akan bergantung sepenuhnya pada pembimbing atau orang lain. Kemandirian ini sangat penting, terutama dalam situasi padat di tanah suci di mana jemaah bisa saja terpisah dari rombongan. Pemahaman ini memberikan rasa tenang dan percaya diri dalam menjalankan setiap prosesi.
4. Efisiensi Waktu dan Tenaga
Ibadah haji adalah ibadah fisik yang berat. Dengan memahami urutan langkah demi langkah secara sistematis, jemaah dapat mengatur strategi perjalanan dan tenaga dengan lebih baik, sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu yang dapat menguras stamina sebelum puncak ibadah (Wukuf).
5. Benteng dari Perbuatan yang Sia-sia
Memahami zikir dan doa-doa harian selama haji membuat lisan jemaah selalu sibuk dengan mengingat Allah. Hal ini secara otomatis menjadi benteng agar jemaah terhindar dari perbuatan rafats (berkata jorok/tidak senonoh), fusuq (berbuat maksiat), dan jidal (berbantah-bantahan), yang merupakan syarat utama meraih haji mabrur.
6. Kesiapan Mental Menghadapi Perubahan
Memahami filosofi dan hikmah di balik setiap ritual (seperti makna simbolik Tahallul) membantu jemaah menyiapkan mental untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ibadah haji menjadi sarana pelatihan karakter yang dampaknya diharapkan terbawa hingga kembali ke tanah air.
People also Ask:
Langkah-langkah kegiatan manasik haji?
Tata cara manasik haji adalah simulasi pelaksanaan ibadah haji yang mencakup urutan kegiatan utama seperti Ihram, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, Melempar Jumrah (Aqabah, Ula, Wusta), Tawaf Ifadah, Sa'i, dan Tahalul, ditutup dengan Tawaf Wada, yang semuanya dilakukan dengan niat dan mengikuti larangan serta sunah-sunah haji agar jamaah memahami secara teori dan praktik sebelum berangkat ke tanah suci.
Bagaimana cara melaksanakan haji ifrad langkah demi langkah?
Hajj Ifrad | Step-by-Step Guide and Rules. Cara Melaksanakan Haji Sebagai ringkasan:
Mulailah dengan niat yang tulus dan kenakan pakaian ihram di Miqat. Bacalah Talbiyah terus-menerus. Pada tanggal 8 Dzul Hijjah, pergilah ke Mina untuk shalat dan beristirahat. Pada tanggal 9, habiskan hari di Arafah, kemudian beristirahat di Muzdalifah. Pada tanggal 10, lemparkan Jamarah al-Aqabah, persembahkan kurban, cukur/potong rambut,
Susunan acara manasik haji?
Susunan acara manasik haji biasanya mencakup pembukaan, sesi bimbingan manasik haji (seperti ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar jumrah, tawaf, dan sai), dan penutupan. Acara pembukaan akan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, dan pembacaan niat haji, sedangkan sesi simulasi diikuti dengan kegiatan inti manasik.
Apa bacaan talbiyah yang diucapkan saat memulai ibadah haji?
Bacaan Talbiyah atau yang biasa didengar atau diucapkan dengan lafaz kalimat seperti “Labbaikallahuma labbaik.. labbaika la syarika laka labbaik..” pada saat ibadah umrah ataupun haji ini memiliki makna yang perlu untuk diketahui bagi para umat muslim.

1 month ago
34
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482813/original/089788900_1687846078-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4649864/original/063653700_1700042044-WhatsApp_Image_2023-11-15_at_14.40.43__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241350/original/092036300_1748947657-20250603-Suasana_Masjidil_Haram-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4487756/original/048574500_1688208737-20230701-Jemaah_Haji_Tawaf_Ifadah-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238152/original/036732800_1748676837-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_15.43.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4630609/original/018795000_1698749750-shutterstock_1317599912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336512/original/027258800_1534830140-IMG-20180820-WA0306.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2878999/original/072571500_1565574028-20190812-Melihat-Lebih-Dekat-Jemaah-Haji-Lempar-Jumrah-di-Mina4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220780/original/081582500_1747292417-Haji_2025_3.jpg)




























