Liputan6.com, Jakarta - Cara menjaga kekhusyukan saat ibadah haji di keramaian penting bagi jemaah mengingat ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang kompleks, melibatkan ritual fisik dan bathiniyah yang tinggi. Tak sekadar ketahanan fisik, jemaah diuji dengan kekhusyukannya untuk menuju haji mabrur.
Kondisi di mana jutaan manusia berkumpul dalam satu waktu dan tempat, khususnya saat Wukuf di Arafah, Mabit, serta Tawaf di Masjidil Haram begitu menguras energi. Khusyuk di tengah keramaian adalah kunci mencapai predikat Haji Mabrur.
Allah SWT berfirman, yang artinya: (Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. (QS. Al-Baqarah: 197).
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an al-Adzim menjelaskan ayat ini mengajarkan haji yang benar adalah haji yang menjaga lisan, perbuatan, dan hati. Bukan hanya sah secara fiqh, tetapi juga bersih secara akhlak dan batin. Larangan rafats, fusuq, dan jidal merupakan tolok ukur kekhusyukan haji dan tanda menuju haji mabrur. Berikut ulasannya.
Cara Menjaga Kekhusyukan saat Ibadah Haji di Keramaian
Meraih khusyuk saat beribadah haji cukup banyak dibahas dalam kajian kontemporer dan buku panduan praktis haji. Merujuk Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI, Manasik Haji dan Umrah Rasulullah oleh Imam Ghazali Said dan panduan praktis dari penyelenggara ibadah haji dan umrah dari , berikut ini adalah tips praktis tetap khusyuk di keramaian saat beribadah haji.
1. Dzikir sebagai Perisai Batin
Kekhusyukan jemaah sering terganggu karena fokus pada langkah kaki dan desakan. Contohnya saat Tawaf dan Sa'i.
Strategi terbaik adalah mengisi waktu dengan dzikir yang fokus, diucapkan pelan, dan diresapi maknanya (seperti Talbiyah, Takbir, dan Istighfar). Dzikir yang konstan akan memutuskan sambungan pikiran dari gangguan eksternal.
Jemaah juga perlu menghindari mengobrol hal-hal duniawi atau mengeluh saat Tawaf dan Sa'i, walau berkesempatan. Sebab, hal itu akan mengganggu kekhusyukan.
2. Menetapkan Zona Waktu Khusyuk
Saat berada di tempat mabit (Muzdalifah/Mina) atau di Masjidil Haram, tentukan waktu-waktu khusus untuk ibadah sunah, misalnya satu jam setelah sholat Subuh atau menjelang tengah malam, ketika keramaian sedikit berkurang.
Jemaah dianjurkan fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Manfaatkan waktu sepi untuk membaca Al-Qur'an dan berdoa agar energi khusyuk terisi penuh.
3. Kesabaran dan Pengendalian Emosi (Jihadun Nafs)
Di Jamarat, Muzdalifah, dan pintu-pintu Masjidil Haram, kesabaran adalah adab haji. Sesuai ajaran Nabi SAW, hindari marah atau berkata kasar (fusuq dan rafats).
Keramaian dan desakan adalah ujian ketaatan. Mengendalikan amarah saat terdesak adalah bentuk ibadah jihadun nafs (perjuangan melawan hawa nafsu) yang merupakan kunci utama kemabruran haji.
Anggap setiap orang yang mendesak Anda sebagai ujian dari Allah. Persepsi diri itu akan membentuk seorang jemaah agar tetap fokus dan relatif tidak terpengaruh gangguan luar.
4. Mencari Sudut Tenang
Saat Mabit di Muzdalifah/Mina, carilah lokasi di tepi atau sudut area mabit yang lebih tenang. Saat berdoa di Masjidil Haram, jemaah dianjurkan sedikit menepi dari jalur utama pergerakan jemaah.
Memberi diri sedikit ruang dan waktu hening dapat membantu memulihkan konsentrasi mental untuk kembali fokus pada ibadah berikutnya.
5. Lepas Status Diri
Haji adalah pelepasan status dan penyatuan niat. Ketika keramaian mendera, jemaah didorong untuk kembali pada makna inti dari pakaian ihram, bahwa semua adalah sama dan segala kemudahan dunia telah ditinggalkan.
Dengan menjaga dzikir dan kesabaran, setiap langkah di tengah lautan manusia akan menjadi saksi dari keikhlasan jemaah, membawa mereka lebih dekat kepada Allah dan mencapai status Haji Mabrur.
Di antara hikmah haji terpenting adalah kesetaraan tiap manusia di hadapan Allah SWT. Saat berhaji, tidak ada lagi pejabat atau bukan pejabat, rakyat biasa atau luar biasa. Semuanya sama di hadapan Allah SWT.
Filosofi Khusyuk
Khusyuk dalam haji bukan berarti terbebas dari kebisingan luar, melainkan fokus batin kepada Allah SWT. Dalam keramaian, kekhusyukan dicapai melalui disiplin batin dan pengamalan larangan rafats (perkataan kotor) dan fusuq (perbuatan maksiat).
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barang siapa berhaji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali (dari hajinya) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Inti dari haji adalah keikhlasan dan kesabaran. Setiap kesulitan fisik, desakan, atau antrean panjang adalah ujian ketaatan. Khusyuk dipertahankan dengan mengubah rasa kesal menjadi dzikir dan keyakinan bahwa Allah SWT melihat pengorbanan jemaah.
Imam Ghazali Said dalam bukunya mencontohkan, wukuf di Arafah adalah pelatihan khusyuk yang paling intens. Jemaah harus fokus pada muhasabah total (introspeksi) dan doa pribadi. Fokus batin ini adalah benteng terkuat melawan hiruk-pikuk di sekitar.
People also Ask:
Bagaimana caranya agar kita khusyuk dalam ibadah?
9 Cara agar Sholat Khusyuk
- Menyempurnakan Wudhu. ...
- Sholat di Awal Waktu. ...
- Membuat Pembatas. ...
- Meninggalkan Kesibukan Dunia. ...
- Mencari Tempat yang Nyaman. ...
- Tidak Menahan Buang Hajat. ...
- Tidak Tergesa-gesa. ...
- Menganggap Sholat Terakhir.
Apa saja larangan yang harus dihindari selama haji?
Larangan haji saat berihram antara lain memotong rambut atau kuku, memakai wangi-wangian, memburu binatang, dan mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki. Selain itu, ada juga larangan menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, berhubungan badan, dan menikah.
Bagaimana agar jemaah haji memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan pada saat melaksanakan ibadah haji?
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji.
- Ibadah haji merupakan momen sakral yang dinanti oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. ...
- Lindungi Diri dari Sengatan Panas dengan Payung atau Pelindung Kepala. ...
- Kurangi Aktivitas di Luar Rangkaian Ibadah. ...
- Perbanyak Asupan Cairan untuk Cegah Dehidrasi.
Apa yang harus kalian lakukan agar bisa menunaikan ibadah haji?
- Langkah-Langkah Persiapan HajiPersiapan Finansial.
- Persiapan Spiritual.
- Persiapan Logistik.
- Menghindari Masalah Keuangan.
- Menjaga Fokus pada Ibadah.
- Meningkatkan Kesiapan Fisik dan Mental.
- Memastikan Kenyamanan dan Keselamatan.
- Menghormati Nilai Ibadah.

1 month ago
30
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482813/original/089788900_1687846078-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4807449/original/039505800_1713598629-20240420-Manasik_Haji-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4649864/original/063653700_1700042044-WhatsApp_Image_2023-11-15_at_14.40.43__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241350/original/092036300_1748947657-20250603-Suasana_Masjidil_Haram-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4487756/original/048574500_1688208737-20230701-Jemaah_Haji_Tawaf_Ifadah-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238152/original/036732800_1748676837-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_15.43.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4630609/original/018795000_1698749750-shutterstock_1317599912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336512/original/027258800_1534830140-IMG-20180820-WA0306.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2878999/original/072571500_1565574028-20190812-Melihat-Lebih-Dekat-Jemaah-Haji-Lempar-Jumrah-di-Mina4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220780/original/081582500_1747292417-Haji_2025_3.jpg)




























